Kelas Pengembangan Bisnis untuk Startup

Kelas Pengembangan Bisnis untuk Startup

Kelas pengembangan bisnis untuk startup sangat penting dilakukan terutama bagi pemula sehingga perusahaan yang dirancang dapat bertumbuh dengan cepat. Apalagi startup sendiri merupakan sebuah usaha baru pada tahap pengembangan.

Perusahaan rintisan tidak akan ragu-ragu mengeluarkan banyak dana di awal agar lebih cepat mengembangkan diri. Beda halnya dengan cara konvensional yang lebih fokus dalam mendapatkan keuntungan secepatnya sehingga dapat diolah kembali agar berkembang.

Resiko sebuah perusahaan rintisan juga bisa dikatakan cukup besar sehingga kelas pengembangan bisnis untuk startup diperlukan dalam menghindari kegagalan. Dengan mengikuti kelas pengembangan ini, maka pelaku usaha akan lebih mudah melakukan riset.

Nantinya riset digunakan agar dapat menemukan pola-pola berbisnis yang sesuai, ide solutif, juga pasar, dan lain sebagainya. Pengembangan produk maupun pelayanannya sendiri akan berorientasi pada teknologi serta internet sehingga pasar yang dijangkau bisa lebih luas.

Mengenal Pengertian Bisnis untuk Startup

Jika mengikuti kelas pengembangan bisnis untuk startup, maka akan lebih mudah dalam memahami pengertiannya sendiri. Karena jika sudah mengetahui lebih jauh mengenai perusahaan rintisan, maka akan lebih mudah juga masuk ke dalamnya.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa startup merupakan sebuah usaha yang baru merintis dan masih terus berkembang. Biasanya perusahaan disebut dengan rintisan masih baru berjalan kurang dari lima tahun.

Berjalannya perintisan usaha ini berinovasi menggunakan teknologi dan informasi, artinya memanfaatkan internet dalam mengembangkan pemasaran, produk, maupun layanannya. Teknologi juga digunakan dalam memecahkan permasalahan masyarakat maupun pasar.

Pentingnya kelas pengembangan bisnis untuk startup juga akan membantu kamu mengetahui perbedaannya dengan perusahaan konvensional. Sebab perbedaan keduanya cukup menonjol sehingga perlu dipahami agar kamu tidak salah kaprah saat menjalaninya.

Misalnya saja pada usaha perintisan, sumber dana didapatkan dari para investor mengembangkan usaha. Sementara itu pada usaha konvensional akan memutar laba atau keuntungan sebagai dana selanjutnya.

Bukan hanya pendanaan saja yang sangat dibutuhkan oleh usaha perintisan, namun juga gagasan kreatif. Selain itu, juga harus memiliki sumber daya individu yang kompeten pada bidang masing-masing sehingga dapat berkontribusi mengembangkan bisnis.

Produk maupun layanan dari kedua usaha ini juga berbeda. Startup menciptakan sebuah produk atau layanan sebagai solusi masalah atau isu masyarakat. Sementara berbisnis konvensional hanya menyediakan produk atau layanan pada target pasar tertentu saja.

Peluang Pengembangan Bisnis untuk Startup

Salah satu manfaat mengikuti kelas pengembangan bisnis untuk startup adalah mengetahui peluang usaha itu sendiri. Apalagi mengetahui dan memahami peluang merupakan langkah paling pertama ketika memulai startup.

Di Indonesia sendiri ada sangat banyak perusahaan rintisan yang berkembang pesat dan telah sukses pada level tertinggi. Hal ini tidak terlepas dari akses internet yang semakin mudah dan digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dapat dikatakan jika perkembangan startup di Indonesia sangat baik dan selalu muncul inovasi-inovasi baru setiap tahunnya. Bukan hanya itu saja, ada cukup banyak perusahaan rintisan bisa bertahan lama.

Dengan ikut kelas pengembangan bisnis untuk startup, kamu akan tahu banyaknya investor sekelas dunia yang mau menginvestasikan dana cukup besar pada usaha-usaha rintisan. Hal ini karena potensi yang dimiliki pada pasar digital dianggap sangat menguntungkan.

Walaupun di Indonesia sudah punya banyak pelaku startup, tapi lebih banyak adakan game, marketplace, juga layanan informasi. Kamu harus mengambil celah itu dan membuat variasi yang berbeda seperti halnya perusahaan rintisan yang ada di Amerika Serikat.

Sudah ada komunitas-komunitas di beberapa daerah Indonesia untuk mendukung berkembangnya startup di Indonesia. Bukan hanya itu saja, juga ada pelatihan bisnis yang sangat cocok bagi para pemula menjalankan perusahaan rintisan yang dimiliki.

Jika masih seorang pemula, makakelas pengembangan bisnis juga akan membantu dalam bersaing dengan kompetitor lain dengan level lebih tinggi. Kamu juga harus dapat memberi solusi permasalahan masyarakat terutama dalam dunia internet.

Kelas pengembangan ini juga akan mengajak kamu mengeksplorasi peluang pasar yang belum tersentuh. Dengan inovasi baru, maka kemungkinan keberhasilan juga akan lebih besar.

Karakteristik Bisnis untuk Startup

Ada beberapa karakteristik pada sebuah perusahaan rintisan yang tentu saja memiliki perbedaan dengan konvensional maupun UMKM. Jika kamu mengikuti kelas pengembangan bisnis untuk startup, maka kamu akan lebih mendalami beberapa karakteristik berikut.

Karakteristik pertama, seperti sudah dijelaskan sebelumnya adalah usia dari bisnis yang kurang dari lima tahun. Usia yang masih muda menjadi karakteristik karena memang perusahaan masih baru saja dirintis.

Selanjutnya adalah keunikan dari ide maupun inovasi sehingga menjadi ciri khas sendiri dari perusahaan rintisan tersebut. Keunikan dan ciri khas ini juga sangat penting karena menjadi pembeda dari perusahaan lainnya.

Ketiga adalah sumber daya manusia yang tidak banyak, dapat dikatakan sangat minim. Jumlahnya hanya dibawah 20 orang, namun berkompeten di bidangnya dan akan lebih baik jika telah mengikuti kelas pengembangan bisnis startup ketika masuk di dalamnya.

Selain berkompeten, orang-orang di dalamnya juga harus multitasking dalam pekerjaannya karena minimnya SDM. Nantinya semua kegiatan yang dilakukan bisa lebih lancar karena bantuan dari teknologi.

Kelas pengembangan bisnis untuk startup berguna sebagai pembangun semangat muda. hal ini karena karakteristik selanjutnya adalah anggotanya yang selalu bersemangat dalam mengembangkan inovasi meski adanya ketidakpastian serta pemasukan kurang stabil.

Karena teknologi merupakan bagian penting pada sebuah startup, maka media internet sangat penting dalam mengerjakan, menciptakan produk, serta komunikasi bisnis. Meski begitu, tidak semua usaha dengan menggunakan internet dalam dikatakan sebagai startup.

Kelas Pengembangan Bisnis untuk Startup

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan ketika membangun sebuah perusahaan rintisan, salah satunya adalah mengikuti kelas pengembangan bisnis startup. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan mentor maupun rekan kerja yang tepat.

Perlu kamu ketahui bahwa ada cukup banyak pelaku usaha rintisan gagal karena tidak menerima masukan serta mempertahankan idealisme pribadi. Padahal idealisme itu bisa jadi tidak cocok untuk ekosistem bisnis maupun pasar yang dituju.

Rekomendasi kelas pengembangan bisnis untuk startup adalah TES yang merupakan wadah baru pengusaha terutama bagi pemula. Bukan hanya mendapatkan ilmu mengenai perusahaan rintisan, kamu juga bisa mendapatkan relasi lebih luas.

Dengan relasi bisnis kompeten, kamu bisa bertukar ide maupun pendapat untuk lebih memajukan usaha yang sedang dijalankan. Bukan hanya itu saja, TES juga akan memberikan berbagai keuntungan termasuk bisa melakukan kolaborasi dengan sesama pemilik startup.

Cara mendapat keuntungan itu hanya tinggal menjadi member ELITES tahunan dengan biaya sangat terjangkau. Dengan menjadi member, kamu juga bisa mengikuti berbagai event khusus serta mentoring yang sangat penting dalam pengembangan usaha rintisan.

Memulai usaha rintisan tidak hanya harus berkompeten pada bidangnya namun juga perlu memahami seluk beluk di dalamnya. Oleh sebab itu, kelas pengembangan bisnis untuk startup akan sangat membantu dalam mendapat mentor sekaligus rekan yang tepat.

Kelas pengembangan bisnis startup TES bisa diakses pada website https://te-society.com atau menghubungi TESSA di nomor WA 0813-8963-0543.

Kamu juga bisa langsung bergabung dengan ELITES sehingga mendapat banyak benefit dengan klik tombol dibawah ini.

TENTANG FOUNDER

Klemens B. Raharja

Klemens Rahardja is an avid start-up investor and an advocate of entrepreneurship. He has helped more than hundreds of new businesses to start and flourish, locally and internationally in their seed and startup stage as a direct investor and/or mentor and advisor. These include profit and not-for-profit organizations, privately owned businesses, and government bodies, be it from his expertise in building extensive networks, business development, or direct angel investing and venture capital.

Leave a Reply

Your email address will not be published.